10 Fakta Penting tentang Mie Kuah Instan

24 Februari 2019

Anda salah satu pecinta mie kuah instan? Anda pasti sering mendengar peringatan bahwa mie instan itu mengandung zat lilin di dalamnya. Untuk Anda para pecinta mie kuah instan sebaiknya simak 10 fakta mengenai mie instan di bawah ini.

10 Fakta Penting tentang Mie Kuah Instan

10 Fakta Penting tentang Mie Kuah Instan

10 Fakta Penting tentang Mie Kuah Instan

1. Styrofoam Mie Instan Tidak Beracun

Kemasan mie instan cup terbuat dari Styrofoam atau expandable polystyrene yang khusus digunakan untuk makanan. Styrofoam ini telah melewati banyak penelitian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM dan Kementerian Lingkungan Jepang dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai kemasan produk makanan.

Saat produksi juga kemasan produk pangan melalui proses pressing yang ketat dan memeuhi standar. Proses ini akan membuat molekul pada styrofoam tidak rontok dan larut bersama mie instan saat diseduh dengan air panas.

2. Memasak Mie dengan Bumbu Tak Menyebabkan Kanker

Belum pernah ditemukan adanya senyawa karsinogen pada mie instan. Alasan mengapa mie instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbu karena dapat mengurangi cita rasa yang telah dibentuk produsen.

3. Mie Instan Tidak Mengandung Lilin

Mise instan tidak saling lengket satu sama lain bukan karena adanya kandungan zat lilin, tetapi karena kandungan minyak di dalam mie instan. Saat pembuatan mie, mie instan melalui proses deep frying dengan tujuan mengurangi kadar air dan agar mie lebih awet. Dalam proses tersebut, minyak terserap ke dalam adonan mie dan keluar saat proses pemasakan.

4. Tidak Baik Makan Mie Instan dengan Nasi

Mie instan dan nasi putih merupakan sumber karbohidrat yang cukup tinggi. Satu porsi mie instan mengandung 400 kalori, jika Anda menambahkan nasi putih, kalori akan bertambah hingga 700-800 kalori. Padahal Anda hanya membutuhkan 1.700 hingga 2.000 kalori setiap harinya.

5. Air Rebusan Mie Instan Mengandung Gizi

Air rebusan pertama mie kuah instan mengandung zat besi, zinc, vitamin, dan betakaroten tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Jika air rebusan Anda buang dan ganti dengan baru, zat gizi dan vitamin yang terkandung juga akan ikut terbuang dan hilang. Jadi Anda akan memakan mie instan tanpa nilai gizi yang cukup.

6. Dulu Mie Instan adalah Makanan Mewah

Sekarang mie instan merupakan makanan sejuta umat, tapi dahulu mie instan merupakan salah satu makanan mewah. Mie instan lahir di Jepang pada 1958 dalam bentuk ramen instan. Ramen instan diharapkan menjadi makanan praktis dan dapat dimakan di mana saja dan kapan saja, namun dulu ramen instan masih sangat sulit ditemui sehingga harganya menjadi mahal.

7. Mie Instan Tidak Mengandung Pengawet dalam Kadar Tinggi

Penggunaan pengawet dalam mie instan terdapat dalam kecapnya yang berjumlah 1 mg. Untuk mienya sendiri bisa awet bukan karena pengawet melainkan teknik deep friying saat proses pembuatannya.

8. Warna Kuning Pada Mie Instan Didapat dari Pewarna Buatan

Zat pewarna pada mie instan dibuat dari pewarna makanan yaitu tatrazine. Zat pewarna ini sudah mendapatkan izin dari BPOM sehingga aman digunakan. Zat pewarna ini juga digunakan pada sereal, keripik, serta minuman kemasan lainnya.

9. Mie Instan Tidak Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan Gizi

Kadnungan gizi pada mie instan tidak akan mencukupi kebutuhan gizi harian Anda. Anda bisa menambahkan sayuran seperti sawi, wortel, atau daging, telur serta bahan makanan lainnya untuk melengkapi kebutuhan gizi Anda.

10. Mie Instan Tidak Bisa Menggantikan Nasi

Mie instan tidak bisa Anda jadikan makanan pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat. Anda juga harus membatasi konsumsi mie instan. Maksimal 3 kali dalam seminggu Anda mengkonsumsi mie instan

Itulah fakta-fakta dari mie kuah instan yang harus Anda ketahui. Untuk Anda pecinta mie instan, Anda tidak dianjurkan memakan mie instan terlalu sering, ingat maksimal 3 kali dalam seminggu Anda bisa mengkonsumi mie instan.

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+