Konsultasi Risiko Properti bersama Broker Asuransi

5 Maret 2020

Properti menjadi salah satu aset yang diminati banyak orang. Hal ini karena properti menjadi pilihan investasi yang menguntungkan. Industri properti di Indonesia juga terus berkembang dan mampu memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Data dari Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) menyebutkan bahwa pertumbuhan properti di Indonesia mengalami pertumbuhan. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan industri properti salah satunya adalah adanya LTV (loan to value). Hal tersebut berkaitan dengan besarnya DP yang harus dibayarkan oleh konsumen.

Konsultasi Risiko Properti bersama Broker Asuransi

Konsultasi Risiko Properti bersama Broker Asuransi

Meski properti menjadi pilihan banyak orang untuk mendapatkan keuntungan, namun terdapat beberapa risiko yang harus diketahui. Risiko yang mungkin dapat terjadi atas aset properti termasuk bangunan dan harta benda adalah yang berasal dari:

  • sumber fisik (kebakaran, petir, banjir, gempa bumi, ledakan)
  • sumber sosial (kerusuhan, perusakan)
  • sumber ekonomi (perubahan tren hingga nilai aset menurun) dan lainnya.

Salah satu cara untuk meminimalisir risiko kerugian secara finansial adalah dengan memiliki asuransi properti. Saat ini ada berbagai macam asuransi untuk melindungi properti, dan apabila ingin mendapatkan produk asuransi properti yang tepat dan sesuai risiko bisnis, maka disarankan untuk bekerjasama dengan broker asuransi.

Broker asuransi dapat melakukan analisa risiko terlebih dahulu. Analisa risiko penting sebagai langkah awal sebelum memilih produk asuransi. Broker asuransi akan membantu Anda untuk mendapatkan asuransi yang tepat sesuai dengan potensi risiko properti yang Anda miliki. Perlu diketahui juga bahwa tidak semua properti bisa diasuransikan. Biasanya asuransi menjamin benda yang kelihatan (tangible assets), sedangkan benda tak kelihatan (intangible assets), seperti copy rights atau nama baik tidak masuk dalam cakupan asuransi.

Dalam perusahaan asuransi, risiko atas harta benda biasanya masuk ke kategori asuransi umum, seperti Asuransi Properti, Asuransi Rekayasa, Asuransi Kebakaran, Asuransi Tanggung Gugat, dan jenis asuransi lainnya yang mencakup atas aset harta benda.

Pastikan perlindungan yang diberikan asuransi properti sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Sehingga pembelian produk asuransi dapat mengendalikan risiko manajemen keuangan dengan maksimal pada bisnis. Selain itu, pastikan premi yang akan dibayarkan sesuai dengan kemampuan perusahaan. Jika kondisi finansial belum bisa membeli produk asuransi dengan cakupan yang lengkap, carilah produk asuransi yang bisa melindungi aset-aset paling penting. Kemudian pastikan premi dan perlindungan bisa disesuaikan dan fleksibel untuk upgrade ke jangkauan yang lebih luas.

Dalam situasi tersebut, broker asuransi memegang peranan penting untuk menjelaskan kepada perusahaan (nasabah) dan memberikan solusi terbaik karena broker asuransi berperan mewakili kepentingan klien (nasabah) untuk mendapatkan manfaat polis asuransi dengan maksimal. Broker asuransi berkredibilitas baik akan menganalisis risiko yang dihadapi oleh pemilik properti sebelum memberikan solusi beserta pilihan produk asuransi yang sesuai dengan profil risiko.

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+