Perbedaan pada  Motor Matic Injeksi dan Motor Biasa

22 Januari 2019

Ada banyak sekali produk motor matic dari Yamaha yang bisa Anda pilih untuk dikendarai dengan berbagai spesifikasinya. Anda dapat memilih ingin menggunakan motor dengan injeksi atau pun tidak. Jika masih bingung, ini perbedaan dari motor yang menggunakan injeksi dan motor biasa atau tidak menggunakan injeksi.

Perbedaan pada  Motor Matic Injeksi dan Motor Biasa

Perbedaan pada Motor Matic Injeksi dan Motor Biasa

Perbedaan pada Motor Matic Injeksi dan Motor Biasa

1. Sistem Pembakaran

Pada motor yang menggunakan injeksi sistem pembakarannya mengalahkan sistem pembakaran motor yang menggunakan karburator biasa. Motor dengan injeksi sistem pembakarannya diakui lebih irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Penggunaan bahan bakar Anda dalam satu bulan akan lebih sedikit dibandingkan dengan motor karburator biasa.

2. Tekanan Bensin

Pada motor yang injeksi memiliki peranti elektronik yaitu injektor dengan manfaatnya untuk menyemprotkan bensin ke ruang bakar. Pada motor biasa yang menggunakan karburator proses penggunaan bensinnya dengan mengandalkan hisapan dari pergerakan piston pada silinder.

Proses penghisapan bensin ke ruang bakar pada motor injeksi menggunakan alat seperti keran bensin yang akan membuka dan menutup. Kerjanya dipengaruhi dari instruksi  ECU (Electronic Control Unit) seperti cara kerja busi. Proses penghisapan bensin berlangsung lebih teratur, dan menyuplai sesuai kebutuhan mesin.

3. Suhu Mesin

Suhu mesin motor matic yang masih biasa menggunakan karburator perlu dilakukan cuk/choke untuk membuat ruang bahan bakar yang kaya bensin. Komponen cuk/choke ini harus diaktifkan untuk dapat menghidupkan mesinnya.

Pada motor dengan sistem injeksi memiliki cara kerja dengan sensor temperatur akan melaporkan keadaan suhu mesin yang dingin. Tujuannya agar ECM melakukan perintah ke injektor untuk memperkaya campuran bensin.

4. Perawatan

Dari segi perawatan motor injeksi dan motor biasa yang menggunakan karburator saja memiliki perbedaan. Pada motor yang injeksi perawatan tidak perlu dilakukan karena sudah steril dan sudah ada bagian filter sebelum bahan bakar masuk ke dalam injektor.

Selain itu motor injeksi tidak memerlukan perawatan karena memiliki catalytcs converter (CC). Manfaatnya untuk dapat mengubah hasil pembakaran berbahaya menjadi zat yang ramah lingkungan. Cara kerja ini juga dibantu dengan sistem sensor O2.

5. Kondisi RPM Tinggi

Motor biasa yang menggunakan karburator pada RPM tinggi maka komponen main jet dan pilot jet akan terbuka untuk menghasilkan tenaga besar. Berbeda dengan sistem injeksi yang ada pada motor menggunakan sensor throttle position dan sensor kevakuman di intake manifold.

Kedua fitur ini akan bekerja sama mengirimkan sinyal ke ECM. Dari sini tenaga mesin akan menghasilkan daya yang lebih maksimum. Rotasi adalah takometer yang merupakan alat untuk mengetahui jumlah dari putaran komponen yang ada di dalam mesin.

6. Jarak Komponen Motor

Pada motor biasa dengan karburator memiliki jarak komponen pengabut bensin (spuyer) dengan silinder tidak jauh. Selain itu terjadi perbedaan bobot berat jenis bensin dan udara. Akibatnya volume udara tidak imbang dengan jumlah bensin yang dihisap, sehingga tarikan pada motor menjadi kurang responsif.

Pada motor yang injeksi penempatan komponen injektor berdekatan dengan silinder. Saluran bensinnya memiliki tekanan lebih tinggi dari pada tekanan intake manifold. Ditambah lagi ukuran diameter mulut injektor juga kecil, maka berisiko mengalami bensin yang menyembur dan berbentuk kabut.

Jika Anda masih bingung untuk membedakan motor matic injeksi dan biasa, bisa langsung datang ke show room resmi. Bisa juga melakukan pembelian lewat website yamaha-motor.co.id. Anda bisa memilih motor dengan ijeksi dari Yamaha dengan tipe All new soul GT AKS atau bisa juga motor biasa yang ada pada tipe New Fino Premium.

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+