Wakaf Sangat Bermanfaat Bagi Kemaslahatan Umat

16 Agustus 2019

Ibadah wakaf memang sudah sering didengar, terlebih oleh umat Muslim. Sebagai anjuran dalam ajaran agama, wakaf sangat bermanfaat karena bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan umat. Menurut definisi kata, wakaf adalah memberikan harta benda kepada nazhir untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan syariat, kemudian hasil pengelolaan tersebut dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan kata lain, harta yang diwakafkan akan tetap utuh, tidak boleh berkurang sedikitpun, tidak boleh dijual atau diwariskan. Hanya hasil pengelolaan harta wakaf saja yang boleh dipergunakan.

Manfaat Wakaf dan Jenis Wakaf Berdasarkan Peruntukannya

Manfaat Wakaf dan Jenis Wakaf Berdasarkan Peruntukannya

Manfaat wakaf sangat besar bagi perkembangan perekonomian masyarakat suatu bangsa. Oleh karena itu, pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 mengatur agar pengelolaan wakaf lebih profesional sehingga manfaatnya bisa terasa lebih maksimal. Bahkan MUI juga sudah mengeluarkan fatwa yang mengatur masalah wakaf manfaat asuransi dan investasi dalam sistem keuangan syariah. Sebab, harta yang bisa diwakafkan tidak hanya berupa tanah dan bangunan saja, melainkan juga bisa dalam bentuk wakaf uang.

Wakaf merupakan ibadah yang berdimensi ganda dikarenakan tidak hanya untuk hubungan manusia dengan sang Pencipta, tetapi juga dengan sesama manusia. Selain mengharap ridho dan pahala dari Allah SWT, ibadah wakaf juga berorientasi pada hubungan manusia dengan lingkungan sosial dengan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Wakaf juga menjadi implementasi dari anjuran agama agar membelanjakan harta yang dimiliki untuk keluarga dan orang yang membutuhkan. Sesuai dengan macam peruntukan wakaf itu sendiri.

Jenis Wakaf Berdasarkan Peruntukan

Dari segi peruntukannya, wakaf bisa dibedakan menjadi dua, yaitu wakaf keluarga dan wakaf kebajikan. Keduanya memiliki perbedaan, berikut penjelasannya:

1. Wakaf keluarga

Wakaf jenis ini disebut juga wakaf ahli atau wakaf khusus yang tujuannya adalah untuk anak cucu atau kerabat. Wakaf ahli ini pemanfaatannya hanya sebatas pada keluarga wakif saja sesuai dengan peruntukannya. Mulai dari ank-anak hingga semua cucu keturunannya berhak mendapatkan hasil dari pengelolaan harta benda wakaf. Setelah seluruh anggota keluarga tersebut meninggal, maka harta wakaf boleh dimanfaatkan oleh orang lain, misalnya anak yatim, fakir miskin, dan pihak-pihak yang membutuhkan. Ini tentu saja bisa menjadi bentuk tanggung jawab dan tidak menelantarkan keluarga jika wakif sudah meninggal dunia. Kehidupan semua anggota keluarga bisa terus berlangsung meskipun tulang punggung keluarga sudah tidak ada.

2. Wakaf kebajikan

Wakaf kebajikan disebut juga dengan wakaf khairi atau wakaf umum, yang mana ditujukan untuk kepentingan umum. Hampir sama dengan wakaf keluarga, yaitu bertujuan untuk membantu. Namun wakaf khairi ini merupakan bentuk nyata dari menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala untuk membelanjakan hartanya untuk orang lain. Di mana sejak awal wakif sudah meniatkan manfaat harta ini untuk kepentingan umum. Inilah yang menjadi salah satu sumber investasi untuk pembangunan ekonomi umat, tidak hanya di bidang ekonomi saja, tetapi juga bidang sosial, budaya, keagamaan, pendidikan, dan sebagainya.

Itulah kenapa sejak zaman dahulu kala, sejak zaman Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, hingga sekarang harta wakaf sangat bermanfaat dan berjasa membangun sarana umum untuk kepentingan banyak orang dan juga kesejahteraan bersama.

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+